Resensi film The Physician (El Medico)
Dalam sejarah Eropa, pada abad Ke-11, seni pengobatan yang berkembang di era Romawi tak dipakai
lagi. Sehingga, Tak ada ahli medis, tak ada rumah sakit, hanya berobat ke tukang cukur (barbar) dengan
pengetahuan medis yang buruk. Pada saat yang sama di belahan dunia lain (Arab),
ilmu pengobatan telah maju. Mereka mengenal seni medis tersebut dengan istilah
Pengobatan ala Saracen. Ibnu Sina sebagai tokoh pengembangnya.
Gambaran dark age dalam sejarah perkembangan Eropa tergambarkan dalam film The
Physician. Zaman kegelapan eropa dikenal sebagai sebuah era antara runtuhnya
Kekaisaran Romawi dan Renaisans atau munculnya kembali peradaban lama. Di Zaman
ini, segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak berdasarkan parlemen
seperti ketika zaman Kekaisaran Romawi. Melainkan, keputusan tersebut diambil
oleh majelis Gereja. Tidak ada individu berhak berpendapat, karena yang berhak
mengeluarkan pendapat-keputusan hanya para ahli agama.
Penggambaran sejarah eropa pada
zaman kegelapan itu dituliskan dalam novel El
Medico oleh Noah Gordonyang. Novel ini diangkat menjadi sebuah karya film
berjudul The Physician. Film yang mengisahkan perjalanan Rob Cole, yang
dibintangi oleh Tom Payne, dalam menuntut ilmu medis. Rob melakukan perjalanan dari
Inggris menuju ke Isfahan untuk belajar pada Ibnu Sina. Ibnu Sina, yang
dibintangi oleh Ben Kingley, adalah sosok tabib terbaik kala itu.
Menit-menit awal The Physician
menggambarkan kisah sedih Rob Cole kecil. Kala itu Rob mengalami pengalaman
yang mengharukan. Saat keluarga rob tidur lelap, tiba-tiba Ibu rob sakit
perut.Rob berlari ke pasar, memanggil tukang cukur atau orang barbar dengan harapan bisa mengobati ibunya.
Sesampainya dirumah, Ibunya telah
dikelilingi oleh para biarawan dan biarawati. Seorang biarawan mencegah tukang
cukur untuk mengobatinya.“Tak ada obat yang dapat menyembuhkannya, kecuali
karunia Tuhan. Selain itu hanyalah sihir”, cegahnya. Sang tukang cukur pun tak
mengambil tindakan medis apapun. Sebab gereja memiliki otoritas sangat kuat.
Sampai-sampai praktek sihir akan dihukum bakar diatas tiang. Rob kecil terpaksa
melihat ibunya meninggal tampa pertolongan medis.
Sepeninggal ibunya, rob ikut dalam perjalanan tukang cukur. Tukang
cukur itu selanjutnya menjadi guru medis pertama rob. Mereka berdua mengarungi
perjalanan hingga rob remaja. Mereka saling melengkapi satu
sama lain seakan-akan seperti keluarga sendiri. Mengobati orang sakit
bersama-sama. Hingga akhirnya gurunya mengalami kebutaan akibat katarak.
Rob menemui orang Yahudi untuk mengobati gurunya. Tabib yang
mengobati kebutaan gurunya merupakan salah satu murid dari Ibnu Sina. Dia
menceritakan kemampuan medisnya didapat melalui belajar padaIbnu Sina.Hal itu
mengesankan rob menjadi tertarik untuk belajar kepada Ibnu Sina.
Tabib yahudi itu memberi tahukan perjalan untuk menemui Ibnu Sina di Isfahan. Perjalanan dari ingris
ke Isfahan membutuhkan waktu Lebih dari
setahun. Perjalan dimulai dari pantai selatan Inggris, menyeberangi selat
Perancis dan berlayar naik kapal menyusuri pantai utara Afrika dan Laut Tengah.
Kemudian sampai Pelabuhan Alexandria, Mesir .Dari mesir menuju Isfahan
membutuhkan waktu 2 bulan berjalan kaki.
Selain itu tabib yahudi juga memperingatkan. “mungkin kau
akan tebunuh” ucap tabib pada Rob Cole. Pasalnya
perjalanan itu berbahaya, karena awal
permulaan dunia Muslim di Arabia dan Persia yang berkembang secara perang.Umat Kristen dilarang berada sana, mereka hanya
mentolerir orang Yahudi.Tabib itu juga
mencerikatan jika Ibnu Sina tingggal dalam sebuah istana yang megah.Dan dirinya
memiliki istana sendiri yang bernama madrasah.
Saat akan keberangkatan rob mengajak gurunya untuk ikut
belajar pada Ibnu Sina. Bahkan ketika Rob benar-benar akan pergi sempat
menawarkan keuntungan terhadap gurunya. Rob menawarkan mendapatkan sepertiganya
dari keuntungan yang didapatkan. Tetapi gurunya tidak mau dan menawarkan
alternatif lain, yaitu sebesar dua perlima dari bagian yang gurunya dapatkan.Tetapi
gurunya menganggap itu sebuah lelucon dan menertawakannya.
Dengan kegigihannya Rob berangkat tampa gurunya. Dia
berlayar melewati laut dari timur inggris hingga Alexandria Mesir. Selanjutnya
mengikuti rombongan pedagang muslim dan yahudi dari mesir menuju Isfahan. Rob
menyamar dengan merubah mananya menjadi Jesse bin benyamin. Dia juga menyunat
kemaluannya untuk dapat diterima di komunitas yahudi.
Dalam perjalannyabersama rombongan itu, rob bertemu dengan wanita cantik bernama Rebecca asal Spanyol.Keduanya semakin dekat
setelah menolong anak yatim-piatu. Anak itu adalah korban suku Seljuk yang
membantai keluarganya. Suatu malam mereka berdua membincangkan
mengenai tujuan perjalanan masing-masing. Rebecca dengan tujuan bisnis. Rob
Cole juga memiliki tujuan yaitu belajar ilmu medis. “Aku hanya ingin menolong
orang-orang.”
Rombongan perjalanan Rob dan Rebecca menuju Isfahan
terpisahkan oleh badai padang pasir. Semua angggota rombongan terpencar. Hingga
akhirnya tinggal rob sendiri. Rob terus berjalan hingga akhirnya sampai di Isfahan.
Sesampainya di sana dia berusaha untuk masuk menjadi salah-satu akademisi di
madrasah ibnu sina.
Rob Cole murid Ibnu
Sina
Rob Cole awalnya ditolak oleh salah satu murid Ibnu Sina.Sebab
tidak memiliki surat rekomendasi dari Ulama’ dan dia tidak memiliki uang. Sehingga
dia diusir dan dipukuli oleh murid Ibnu Sina. Sehingga Rob pingsan di tengah
pasar. Beberapa saat kemudian Rob ditolong oleh Ibnu Sina. Pertemuan dengan
ibnu sina melakukan perbincangan, Hingga akhirnya dirinya diterima untuk
menjadi salah-satu muridnya.
Rob menjaddi
murid yang rajin. Dia memanfaatkan kesempatan untuk mepelajari ilmu
medis yang ada.Tak sengan-sengan dia mempelajari buku di perpustakaan.Dia juga
mempelajari banyak hal mengenai teori filsafat dan astronomi.
Dalam suatu kesempatan rob saat sedang berdiskusi dengan
gurunya tiba-tiba dipanggil oleh shah. Shah adalah julukan para Penguasa
Persia. Pada waktu itu yang berkuasa adalah Shah Ala ad Daula. Shan memanggil Ibnu
Sina disebabkan tanganya terkilir setelah membunuh titisan suku Seljuk. Titisan
itu merupakan anak kandung dari ketua
suku saljuk.
Dalam pertemuannya dengan shah merupakan awal dari hubungan
persahabatannya dengan rob. Suatu kesempatan Rob diajak untuk berburu harimau.
Setelah perburuanya saat beristirahat Rob mengetahui jika shah sedang sakit.
Rob berinisiatif untuk memeriksa Shah, tetapi sang Shah melarangnya. Shah menolak walau sekedar disentuh rob.
Di markas suku
Seljuk, Akibat anak dari ketua suku Seljuk dibunuh oleh Shah. Maka dia mengutus
pelayannya untuk mengirim penderita Black Death (penyakit mematikan tampak Bisul
hitam memenuhi seuruh tubuhnya, atau waba pes).Penderita Black Death kiriman
shah mati ditengah pasar. Dan membawa wabah penyakit keluruh pelosok kota.
Dalam hitungan 12 jam inkubasi menyebar,
banyak orang tertular penyakit itu.
Dengan adanya serangan wabah tersebut menjadikan seluruh
kota mencekam. Semua penduduk ketakutan tertular oleh penyakit tersebut. Sang Shah
pun tekut penyakit itu juga menyebar keluar wilayah teritorinya. Ketakutan sang
Shah tersebut mengambil kebijakan untuk menutup gerbang. Dan meninggalkan semua
warganya dengan penyakit mematikan itu.
Sedangkan dalam madrasah disulap oleh Ibnu Sina beserta
murid-muridnya menjadi tempat untuk mengobati. Seakan-akan madrasah itu rumah
sakit dan seperti laboraturium untuk mencari tehu cara untuk mengobati dan
menghilangkan waba pes dari seluruh kota yang ditutup gerbang benteng tersebut.
Mereka mencari penyebab dan cara penyebaran
wabah. Sedangkan, nyawa mereka sebagai teruhannya.
Secara bertahap penyebab inkubasi ditemukan. Penyebaran
wabah melalui sejenis kutu yang terdapat di tubuh tikus. Kutu-kutu itu
ditemukan banyak terdapa pada mayat korban wabah. Ibnu Sina berinisiatif untuk
membakar mayat akibat wabah. Dan membunuh seluruh tikus yang berkeliaran
dilingkungan kota. Hingga akhirnya jumlah korban terus menurun. Ditengah
menurunnya jumlah korba wabah, rob bertemu dengan seorang pasien yang sekarat.
Dia berwasiat agar mayatnya tidak dikubur seperti kebanyakan
mayat pada umumnya. Dia meminta rob untuk meletakkan mayatnya ketika dia
meninggal diatas menara dan membiarkan burung gagak memakan habis tubuhnya.
Tetapi rob tidak meakukannya. Dia malah memiliki rencana lain terhadap mayat pasien tersebut.
Mayat tersebut dibawa ke sebuah gudang bawah tanah.Tempat
menyimpan beberapa bahan untuk pengobatan.Dia membedah mayat tersebut. Meskipun
itu dilarang oleh gurunya, dilarang oleh ketiga agama Kristen yahudi dan islam.
dia mengerti konsekuensi pembedahan terhadap mayat itu akan berahir pada
kematian dirinya. Tetapi dia melakukannya secara sembunyi-sembunyi.
Proses pembedahan tubuh mayat tersebut dimulai dari
perutnya. Setelah terbuka dia menggambar bentuk tubuh yang tampa kulit.Dan
sempat memotong usus buntu beserta jantung. Proses itu tidaklah mulus. Aksi
ingin tahu terhadap komponen tubuh manusia itu tidaklah mulus.Ibnu Sina dan
dirinya tertangkap atas tuduhan praktek ilmu nujum. Dengan sebuah bukti mayat
yang telah dibedah oleh rob. Mereka akan
dihukum penggal.
Ketika akan di eksekusi pemenggalan mereka diselamatkan oleh
pasukan shah. mereka berdua lalu di efakuawasi ke istanah shah. Disaat yang sama,
pasukan suku senjuk telah bersiap untuk perang. Bangsa ini telah siap beberapa
mil dari benteng. Sang shah pun juga menyuruh pasukannya bersiap-siap. Akan
tetapi kondisi shah sendiri sedang keritis.Dia sedang sakit. Dia membicarakan
akan persiapan peperangan itu, tetapi dirinya terlihat lemah akibat
penyakitnya.
Setelah perundingannya itu shah menguruh rob untuk membedah
tubuh shah. operasi pertama rob
dengan bantuan gurunya dan temannya sebagai asisten. Disini terlihat pengaruh
barat sangat tampak. Yang menjadikan Ibnu Sina sebagai asisten dan muridnya rob
yang memimpin operasi.
Film ini sangat kontrofersial. Sebab dalam beralurnya
bergenre filsi tetapi dalam kenyataannya menggunakan nama besar Ibnu Sina.
Peminjaman terhadap nama Ibnu Sina sangat mendapatkan banyak kritikan. Sebab
kematian Ibnu Sina bunuh diri dengan cara meminum racun tidak sesuai dengan
sejarah. Dalam sejarahnya tabib tersohor itu
meninggal secara damai.
Ternyata, Noah Gordonyang bukan satu-satunya orang yang
menulis ke gelapan dunia medis. Foucoult juga memiliki karya tulis sejalan
dengan el medico yaitu artikel yang berjudul the birth of clinic. Dalam
karyanya, Foucault menggambarkan tentang kontrol-kontrol publik sehingga dunia
medis harus menempuh jalan melingkat.
Dalam sub bab artikel yang berjudul The Politic Helth In The
Eighteenth Century, melihat penggunaan otopsi merupakan sebagai metode
pengembangan sejarah kedokteran barat. Penggunaan otopsi di mata Foucault
merupakan era keretakan penting politik kedokteran. Berimbas terhadap terbukanya
cakrawala dunia kedokteran. Sehingga bentuk narasi klinis baru dunia medis.
Memasuki abad 18, Foucault menjelaskan pembedahan mayat
manusia pertama kalinya menjadi titik tolak analisis pantologi penyakit. Pada
mulanya, otopsi adalah hal yang tabu. Tidak mendapatklan tempat di hak layak
umum. Hal tersebut terjadi sebab prasangka moral dan agama di barat menghalangi
orang berbuat sesuatu terhadap mayat.
Seakan-akan kematian seseorang tetap memiliki kekuatan
tertentu, sehingga mengeluarkan aura ketakutan. Imlpikasi prohibisi dan
ketakutan-ketakutan tersebut tidak merumuskan secara factual
perubahan-perubahan organ dalam manusia. Sehingga fenomena perubahan organ
dalam hanya menjadi bayangan-bayangan saja.
Ada kalanya malah karena tidak didasarkan oleh persepsi
faktual dalam analisis dunia kedokteran saat itu fantasi ikut campur dalam
merumuskan patologi dalam organ interior manusia. Foucault dalam hal ini
menyajikan contoh perbandingan potongan diagnose perumusan adanya ganngguan
organ dalam antara dua formasi medis berbeda.
Satu diagnose yang berasal dari masa awal abad 18 oleh
seorang dokter bernama pomme ketika otopsi belum dicoba. Satunya lagi berasal
dari awal abad 19 ketika pembedahan mayat telah menjadi rujukannya bersama
bayle. Pomme ketika telah merawat seorang pasien yang mengalami hysteria. Dia
memperoleh diagnose dengan cara-cara tradisional yaitu dengan cara menaruh
pasiennya kedalam bak mandi sekitar sepuluh atau dua belas jam sehari selama
sepuluh bulan penuh tampa henti. Sedangkan bayle tengah mendeteksi seorang
pasien yang mengalami nyeri di otak. Hasil perbandingan itu sangat berbeda.
Dalam karya fenomenal ini sekan-akan menyatakan eksistensi
ilmu pengetahuan harus dipertegas kembali. Sians haruslah lepas dari nilai dan
berjarak. Baik itu nilai-nilai moral kemasyarakatan atau mitos keagamaan. Perbincangan
terhadap integrasi sains dalam hal ini ilmu medis dan ilmu agama, patut untuk
di diskusikan kembali.
Model-model integrasi sains dan mitos moral akan selalu
menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Ini terbukti dari sejarah kedokteran
yang berjalan ngesot ketika bergerak seiringan dengan dogma.
Kompisisi film:
Produser : wolf blauer dan nico hofmann production
Directed by philipp stolzl
Durasi : 02.35
Integrasi sinse dan agama. Bagaimana agama menghambat
pengetahuan.