Senin, 15 Agustus 2016

IBNU SINA DALAM FILM THE PHYSICIAN



Resensi film The Physician (El Medico)
Dalam sejarah Eropa, pada abad Ke-11, seni pengobatan  yang berkembang di era Romawi tak dipakai lagi. Sehingga, Tak ada ahli medis, tak ada rumah sakit,  hanya berobat ke tukang cukur (barbar) dengan pengetahuan medis yang buruk. Pada saat yang sama di belahan dunia lain (Arab), ilmu pengobatan telah maju. Mereka mengenal seni medis tersebut dengan istilah Pengobatan ala Saracen. Ibnu Sina sebagai tokoh pengembangnya.

Gambaran dark age dalam sejarah perkembangan Eropa tergambarkan dalam film The Physician. Zaman kegelapan eropa dikenal sebagai sebuah era antara runtuhnya Kekaisaran Romawi dan Renaisans atau munculnya kembali peradaban lama. Di Zaman ini, segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak berdasarkan parlemen seperti ketika zaman Kekaisaran Romawi. Melainkan, keputusan tersebut diambil oleh majelis Gereja. Tidak ada individu berhak berpendapat, karena yang berhak mengeluarkan pendapat-keputusan hanya para ahli agama. 

Penggambaran sejarah eropa pada zaman kegelapan itu dituliskan dalam  novel El Medico oleh Noah Gordonyang. Novel ini diangkat menjadi sebuah karya film berjudul The Physician. Film yang mengisahkan perjalanan Rob Cole, yang dibintangi oleh Tom Payne, dalam menuntut ilmu medis. Rob melakukan perjalanan dari Inggris menuju ke Isfahan untuk belajar pada Ibnu Sina. Ibnu Sina, yang dibintangi oleh Ben Kingley, adalah sosok tabib terbaik kala itu. 

Menit-menit awal The Physician menggambarkan kisah sedih Rob Cole kecil. Kala itu Rob mengalami pengalaman yang mengharukan. Saat keluarga rob tidur lelap, tiba-tiba Ibu rob sakit perut.Rob berlari ke pasar, memanggil tukang cukur atau orang barbar  dengan harapan bisa mengobati ibunya. 

Sesampainya dirumah, Ibunya telah dikelilingi oleh para biarawan dan biarawati. Seorang biarawan mencegah tukang cukur untuk mengobatinya.“Tak ada obat yang dapat menyembuhkannya, kecuali karunia Tuhan. Selain itu hanyalah sihir”, cegahnya. Sang tukang cukur pun tak mengambil tindakan medis apapun. Sebab gereja memiliki otoritas sangat kuat. Sampai-sampai praktek sihir akan dihukum bakar diatas tiang. Rob kecil terpaksa melihat ibunya meninggal tampa pertolongan medis.

Sepeninggal ibunya, rob  ikut dalam perjalanan tukang cukur. Tukang cukur itu selanjutnya menjadi guru medis pertama rob. Mereka berdua mengarungi perjalanan hingga rob remaja. Mereka saling melengkapi satu sama lain seakan-akan seperti keluarga sendiri. Mengobati orang sakit bersama-sama. Hingga akhirnya gurunya  mengalami kebutaan akibat katarak.

Rob menemui orang Yahudi untuk mengobati gurunya. Tabib yang mengobati kebutaan gurunya merupakan salah satu murid dari Ibnu Sina. Dia menceritakan kemampuan medisnya didapat melalui belajar padaIbnu Sina.Hal itu mengesankan rob menjadi tertarik untuk belajar kepada Ibnu Sina. 

Tabib yahudi itu memberi tahukan perjalan untuk menemui  Ibnu Sina di Isfahan. Perjalanan dari ingris ke Isfahan membutuhkan waktu  Lebih dari setahun. Perjalan dimulai dari pantai selatan Inggris, menyeberangi selat Perancis dan berlayar naik kapal menyusuri pantai utara Afrika dan Laut Tengah. Kemudian sampai Pelabuhan Alexandria, Mesir .Dari mesir menuju Isfahan membutuhkan waktu 2 bulan berjalan kaki.

Selain itu tabib yahudi juga memperingatkan. “mungkin kau akan tebunuh” ucap tabib pada Rob Cole. Pasalnya perjalanan itu berbahaya,  karena awal permulaan dunia Muslim di Arabia dan Persia yang berkembang secara perang.Umat  Kristen dilarang berada sana, mereka hanya mentolerir orang  Yahudi.Tabib itu juga mencerikatan jika Ibnu Sina tingggal dalam sebuah istana yang megah.Dan dirinya memiliki istana sendiri yang bernama madrasah.

Saat akan keberangkatan rob mengajak gurunya untuk ikut belajar pada Ibnu Sina. Bahkan ketika Rob benar-benar akan pergi sempat menawarkan keuntungan terhadap gurunya. Rob menawarkan mendapatkan sepertiganya dari keuntungan yang didapatkan. Tetapi gurunya tidak mau dan menawarkan alternatif lain, yaitu sebesar dua perlima dari bagian yang gurunya dapatkan.Tetapi gurunya menganggap itu sebuah lelucon dan menertawakannya.

Dengan kegigihannya Rob berangkat tampa gurunya. Dia berlayar melewati laut dari timur inggris hingga Alexandria Mesir. Selanjutnya mengikuti rombongan pedagang muslim dan yahudi dari mesir menuju Isfahan. Rob menyamar dengan merubah mananya menjadi Jesse bin benyamin. Dia juga menyunat kemaluannya untuk dapat diterima di komunitas yahudi.

Dalam perjalannyabersama rombongan itu,  rob bertemu dengan wanita cantik bernama Rebecca asal Spanyol.Keduanya semakin dekat setelah menolong anak yatim-piatu. Anak itu adalah korban suku Seljuk yang membantai keluarganya. Suatu malam mereka berdua membincangkan mengenai tujuan perjalanan masing-masing. Rebecca dengan tujuan bisnis. Rob Cole juga memiliki tujuan yaitu belajar ilmu medis. “Aku hanya ingin menolong orang-orang.”

Rombongan perjalanan Rob dan Rebecca menuju Isfahan terpisahkan oleh badai padang pasir. Semua angggota rombongan terpencar. Hingga akhirnya tinggal rob sendiri. Rob terus berjalan hingga akhirnya sampai di Isfahan. Sesampainya di sana dia berusaha untuk masuk menjadi salah-satu akademisi di madrasah ibnu sina.

Rob Cole murid Ibnu Sina

Rob Cole awalnya ditolak oleh salah satu murid Ibnu Sina.Sebab tidak memiliki surat rekomendasi dari Ulama’ dan dia tidak memiliki uang. Sehingga dia diusir dan dipukuli oleh murid Ibnu Sina. Sehingga Rob pingsan di tengah pasar. Beberapa saat kemudian Rob ditolong oleh Ibnu Sina. Pertemuan dengan ibnu sina melakukan perbincangan, Hingga akhirnya dirinya diterima untuk menjadi salah-satu muridnya.
Rob menjaddi murid yang rajin. Dia memanfaatkan kesempatan untuk mepelajari ilmu medis yang ada.Tak sengan-sengan dia mempelajari buku di perpustakaan.Dia juga mempelajari banyak hal mengenai teori filsafat dan astronomi.

Dalam suatu kesempatan rob saat sedang berdiskusi dengan gurunya tiba-tiba dipanggil oleh shah. Shah adalah julukan para Penguasa Persia. Pada waktu itu yang berkuasa adalah Shah Ala ad Daula. Shan memanggil Ibnu Sina disebabkan tanganya terkilir setelah membunuh titisan suku Seljuk. Titisan itu merupakan  anak kandung dari ketua suku saljuk.  

Dalam pertemuannya dengan shah merupakan awal dari hubungan persahabatannya dengan rob. Suatu kesempatan Rob diajak untuk berburu harimau. Setelah perburuanya saat beristirahat Rob mengetahui jika shah sedang sakit. Rob berinisiatif untuk memeriksa Shah, tetapi sang Shah melarangnya. Shah menolak walau sekedar disentuh rob.

Di markas suku Seljuk, Akibat anak dari ketua suku Seljuk  dibunuh oleh Shah. Maka dia mengutus pelayannya untuk mengirim penderita Black Death (penyakit mematikan tampak Bisul hitam memenuhi seuruh tubuhnya, atau waba pes).Penderita Black Death kiriman shah mati ditengah pasar. Dan membawa wabah penyakit keluruh pelosok kota. Dalam hitungan 12 jam inkubasi menyebar, banyak orang tertular penyakit itu.
Dengan adanya serangan wabah tersebut menjadikan seluruh kota mencekam. Semua penduduk ketakutan tertular oleh penyakit tersebut. Sang Shah pun tekut penyakit itu juga menyebar keluar wilayah teritorinya. Ketakutan sang Shah tersebut mengambil kebijakan untuk menutup gerbang. Dan meninggalkan semua warganya dengan penyakit mematikan itu.

Sedangkan dalam madrasah disulap oleh Ibnu Sina beserta murid-muridnya menjadi tempat untuk mengobati. Seakan-akan madrasah itu rumah sakit dan seperti laboraturium untuk mencari tehu cara untuk mengobati dan menghilangkan waba pes dari seluruh kota yang ditutup gerbang benteng tersebut. Mereka mencari penyebab dan cara penyebaran  wabah. Sedangkan, nyawa mereka sebagai teruhannya.

Secara bertahap penyebab inkubasi ditemukan. Penyebaran wabah melalui sejenis kutu yang terdapat di tubuh tikus. Kutu-kutu itu ditemukan banyak terdapa pada mayat korban wabah. Ibnu Sina berinisiatif untuk membakar mayat akibat wabah. Dan membunuh seluruh tikus yang berkeliaran dilingkungan kota. Hingga akhirnya jumlah korban terus menurun. Ditengah menurunnya jumlah korba wabah, rob bertemu dengan seorang pasien yang sekarat.

Dia berwasiat agar mayatnya tidak dikubur seperti kebanyakan mayat pada umumnya. Dia meminta rob untuk meletakkan mayatnya ketika dia meninggal diatas menara dan membiarkan burung gagak memakan habis tubuhnya. Tetapi rob tidak meakukannya. Dia malah memiliki rencana lain terhadap mayat pasien tersebut.
Mayat tersebut dibawa ke sebuah gudang bawah tanah.Tempat menyimpan beberapa bahan untuk pengobatan.Dia membedah mayat tersebut. Meskipun itu dilarang oleh gurunya, dilarang oleh ketiga agama Kristen yahudi dan islam. dia mengerti konsekuensi pembedahan terhadap mayat itu akan berahir pada kematian dirinya. Tetapi dia melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

Proses pembedahan tubuh mayat tersebut dimulai dari perutnya. Setelah terbuka dia menggambar bentuk tubuh yang tampa kulit.Dan sempat memotong usus buntu beserta jantung. Proses itu tidaklah mulus. Aksi ingin tahu terhadap komponen tubuh manusia itu tidaklah mulus.Ibnu Sina dan dirinya tertangkap atas tuduhan praktek ilmu nujum. Dengan sebuah bukti mayat yang telah dibedah oleh rob.  Mereka akan dihukum penggal.
Ketika akan di eksekusi pemenggalan mereka diselamatkan oleh pasukan shah. mereka berdua lalu di efakuawasi ke  istanah shah. Disaat yang sama, pasukan suku senjuk telah bersiap untuk perang. Bangsa ini telah siap beberapa mil dari benteng. Sang shah pun juga menyuruh pasukannya bersiap-siap. Akan tetapi kondisi shah sendiri sedang keritis.Dia sedang sakit. Dia membicarakan akan persiapan peperangan itu, tetapi dirinya terlihat lemah akibat penyakitnya.

Setelah perundingannya itu shah menguruh rob untuk membedah tubuh shah. operasi pertama rob dengan bantuan gurunya dan temannya sebagai asisten. Disini terlihat pengaruh barat sangat tampak. Yang menjadikan Ibnu Sina sebagai asisten dan muridnya rob yang memimpin operasi.

Film ini sangat kontrofersial. Sebab dalam beralurnya bergenre filsi tetapi dalam kenyataannya menggunakan nama besar Ibnu Sina. Peminjaman terhadap nama Ibnu Sina sangat mendapatkan banyak kritikan. Sebab kematian Ibnu Sina bunuh diri dengan cara meminum racun tidak sesuai dengan sejarah. Dalam sejarahnya tabib tersohor itu  meninggal secara damai.

Ternyata, Noah Gordonyang bukan satu-satunya orang yang menulis ke gelapan dunia medis. Foucoult juga memiliki karya tulis sejalan dengan el medico yaitu artikel yang berjudul the birth of clinic. Dalam karyanya, Foucault menggambarkan tentang kontrol-kontrol publik sehingga dunia medis harus menempuh jalan melingkat.
Dalam sub bab artikel yang berjudul The Politic Helth In The Eighteenth Century, melihat penggunaan otopsi merupakan sebagai metode pengembangan sejarah kedokteran barat. Penggunaan otopsi di mata Foucault merupakan era keretakan penting politik kedokteran. Berimbas terhadap terbukanya cakrawala dunia kedokteran. Sehingga bentuk narasi klinis baru dunia medis.

Memasuki abad 18, Foucault menjelaskan pembedahan mayat manusia pertama kalinya menjadi titik tolak analisis pantologi penyakit. Pada mulanya, otopsi adalah hal yang tabu. Tidak mendapatklan tempat di hak layak umum. Hal tersebut terjadi sebab prasangka moral dan agama di barat menghalangi orang berbuat sesuatu terhadap mayat.

Seakan-akan kematian seseorang tetap memiliki kekuatan tertentu, sehingga mengeluarkan aura ketakutan. Imlpikasi prohibisi dan ketakutan-ketakutan tersebut tidak merumuskan secara factual perubahan-perubahan organ dalam manusia. Sehingga fenomena perubahan organ dalam hanya menjadi bayangan-bayangan saja.
Ada kalanya malah karena tidak didasarkan oleh persepsi faktual dalam analisis dunia kedokteran saat itu fantasi ikut campur dalam merumuskan patologi dalam organ interior manusia. Foucault dalam hal ini menyajikan contoh perbandingan potongan diagnose perumusan adanya ganngguan organ dalam antara dua formasi medis berbeda.

Satu diagnose yang berasal dari masa awal abad 18 oleh seorang dokter bernama pomme ketika otopsi belum dicoba. Satunya lagi berasal dari awal abad 19 ketika pembedahan mayat telah menjadi rujukannya bersama bayle. Pomme ketika telah merawat seorang pasien yang mengalami hysteria. Dia memperoleh diagnose dengan cara-cara tradisional yaitu dengan cara menaruh pasiennya kedalam bak mandi sekitar sepuluh atau dua belas jam sehari selama sepuluh bulan penuh tampa henti. Sedangkan bayle tengah mendeteksi seorang pasien yang mengalami nyeri di otak. Hasil perbandingan itu sangat berbeda.
Dalam karya fenomenal ini sekan-akan menyatakan eksistensi ilmu pengetahuan harus dipertegas kembali. Sians haruslah lepas dari nilai dan berjarak. Baik itu nilai-nilai moral kemasyarakatan atau mitos keagamaan. Perbincangan terhadap integrasi sains dalam hal ini ilmu medis dan ilmu agama, patut untuk di diskusikan kembali.
Model-model integrasi sains dan mitos moral akan selalu menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Ini terbukti dari sejarah kedokteran yang berjalan ngesot ketika bergerak seiringan dengan dogma.



Kompisisi film:
Produser : wolf blauer dan nico hofmann production
Directed by philipp stolzl
Durasi : 02.35
Integrasi sinse dan agama. Bagaimana agama menghambat pengetahuan.